Sistem Save pada Video Game
Semenjak jaman Super Nintendo Entertainment System, save merupakan fitur standar yang dimiliki oleh game yang keluar pada masa tersebut. Dengan fitur tersebut para pemain bisa melakukan penyimpanan data status permainan. Fitur tersebut telah berkembang dengan disain-disain tambahan seperti multi slot save yang mengakomodasi lebih dari satu player bisa melakukan save untuk bermain atau Auto Save yang melakukan save secara otomatis tanpa harus dilakukan oleh pemain sendiri.
Pada mesin game Arcade sistem save digunakan untuk merubah setting game dan menyimpan High Scire. Sedangkan sistem save pada game konsol dipopulerkan oleh The Legend of Zelda yang keluar pada konsol Nintendo Entertainment System yang menggunakan RAM khusus sehingga dapat melakukan save. Dan bahkan pada era playstation yang menggunakan media CD dan DVD, penyedia konsol menyediakan memory card internal ataupun external.
Sebenarnya pendekatan dari sistem save sendiri tergantung dari gameplay yang dirancang oleh game disainer, namun pada dasarnya ada dua pendekatan yaitu check point save dan save anywhere. Check point save merupakan sistem save yang memberikan tempat khusus untuk gamer untuk melakukan save, sedangkan save anywhere merupakan sistem dimana gamer bisa save kapan saja dan dimana saja. Game RPG biasanya menggunakan pendekatan check point save, meskipun game RPG modern seperti Star Wars: KoTOR mengimplementasikan sistem save anywhere.
Terkadang ada disainer game yang meningkatkan kesulitan dengan membatasi kemampuan gamer untuk melakukan save, pendapat pribadi saya mengenai sistem save yang menggunakan sistem save sebagai salah satu “ujian” untuk gamer merupakan jalan singkat mereka dalam meningkatkan tingkat kesulitan game. Bayangkan jika pada saat kita meningkatkan tingkat kesulitan game-nya, kita hanya diberikan tantangan untuk menyelesaikan game dengan dibatasi bisa 5 kali save saja. Sedangkan pada in-game tidak ada peningkatan berarti dalam intelejensi musuh.






Leave a Reply