<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keluarga Sudirman &#187; catatan koas bodoh</title>
	<atom:link href="http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&#038;cat=12" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sudirman.net/wp</link>
	<description>Satu Keluarga, Banyak Cerita</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2009 15:13:40 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Yang perlu anda ketahui tentang Imunisasi</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=323</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=323#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jan 2009 03:16:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=323</guid>
		<description><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="imunisasi" src="http://www.indosiar.com/images/news/kata/imunisasi_2_200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></div>
<div>Apa yang seharusnya diketahui oleh setiap keluarga dan masyarakat mengenai imunisasi. Tanpa Imunisasi, Kira-kira 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit campak. 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena batuk rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akan&#8230;</div>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="imunisasi" src="http://www.indosiar.com/images/news/kata/imunisasi_2_200.jpg" alt="" width="200" height="200" /></div>
<div>Apa yang seharusnya diketahui oleh setiap keluarga dan masyarakat mengenai imunisasi. Tanpa Imunisasi, Kira-kira 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit campak. 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena batuk rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit tetanus. Dan dari setiap 200.000 anak, 1 akan menderita penyakit polio. Imunisasi yang dilakukan dengan memberikan vaksin tertentu akan melindungi anak terhadap penyakir-penyakit tertentu. Walaupun pada saat ini fasilitas pelayanan untuk vaksinasi ini telah tersedia di masyarakat, tetapi tidak semua bayi  telah dibawa untuk mendapatkan imunisasi yang lengkap. Bilamana fasilitas pelayanan kesehatan tidak dapat memberikan Imunisasi dengan pertimbangan tertentu, orang tua dapat menghubungi seseorang Dokter (Dokter Spesialis Anak) untuk mendapatkannya.</div>
<p><strong>Tujuan Imunisasi:</strong><br />
Untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit.</p>
<p><strong>Manfaat Imunisasi:</strong></p>
<ol>
<li> <em>Untuk Anak</em>: mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.</li>
<li><em>Untuk Keluarga</em>: menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa kanak-kanak yang nyaman.</li>
<li><em>Untuk <span class="yshortcuts">Negara</span></em>: memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.</li>
</ol>
<p><strong>Perlukah Imunisasi  ulang ?</strong><br />
Imunisasi perlu diulang untuk mempertahankan agar kekebalan dapat tetap melindungi terhadap paparan bibit penyakit.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Dimana mendapatkan imunisasi?</strong></p>
<ol>
<li>Di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).</li>
<li>Di Puskesmas, <span class="yshortcuts" style="pointer;">Rumah Sakit</span> Bersalin, BKIA atau Rumah Sakit Pemerintah.</li>
<li>Di Praktek Dokter/Bidan atau Rumah Sakit Swasta</li>
</ol>
<p><strong><br />
Apakah Imunisasi Difteri, Pertusis (Batuk Rejan), Tetanus (DPT) dapat diberikan bersama-sama Imunisasi polio?</strong><br />
Imunisasi DPTdan polio dapat diberikan bersamaan waktunya.</p>
<p><strong>Apa saja efek samping Imunisasi?</strong></p>
<p>Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yan membuktikan bahwa vaksin betuk-betul bekerja secara tepat. Efek samping yang biasa terjadi adalah sebaagai berikut:<br />
<em></em></p>
<p><em>BCG</em></p>
<p>Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan. Setelah 2 – 3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah<br />
± 10 mm.  Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut yang kecil.</p>
<p><em>DPT</em></p>
<p>Kebanyakan bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, merah atau<br />
bengkak di tempat suntikan. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus, akan sembuh sendiri. Bila gejala tersebut tidak timbul tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan Imunisasi tidak perlu diulang.</p>
<p><em>POLIO</em></p>
<p>Jarang timbuk efek samping.</p>
<p><em>CAMPAK</em></p>
<p>Anak mungkin panas, kadang disertai dengan kemerahan 4 – 10 hari sesudah penyuntikan.<br />
<em></em></p>
<p><em>HEPATITIS</em>:</p>
<p>Belum pernah dilaporkan adanya efek samping. Perlukah pemerikasaan darah sebelum pemberian Imunisasi Hepatitis? Untuk bayi berumur lebih dari 1 tahun seyogyanya dilakukan pemerikasaan darah.</p>
<p><em>TETANUS TOXOID </em></p>
<p>Efek samping TT untuk ibu hamil  tidak ada. Perlu diingat efek samping imunisasi jauh lebih ringan dari pada efek penyakit bila bayi tidak diimunisasi.</p>
<p><strong>Untuk apakah Imunisasi ini ?</strong><br />
Kelompok yang paling penting untuk mendapatkan Imunisasi Imunisasi adalah bayi dan balita karena meraka yang paling peka terhadap penyakit dan ibu-ibu hamil serta wanita usia subur.<br />
<strong></strong></p>
<p><strong>Apakah Imunisasi Dasar dan beberapa kali diberikan ?</strong><br />
Imunisasi Dasar diberikan untuk mendapat kekebalan awal secara aktif. Kekebalan Imunisasi Dasar perlu diulang pada DPT, Polio, Hepatitis agar dapat melindungi dari paparan penyakit. Pemberian Imunisasi Dasar pada Campak, BCG, tidak perlu diulang karena kekebalan yang diperoleh dapat melindungi dari paparan bibit penyakit dalam waktu cukup lama.</p>
<p style="text-align: right;">sumber gambar: http://www.indosiar.com/</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=323&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=323</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>deteksi dini Kanker Serviks Atau Kanker Leher rahim sangat penting</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=259</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=259#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Sep 2008 21:25:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;">

</p>
<p>believe it or not, kanker serviks ternyata salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di dunia akibat kanker.</p>
<p>akhir &#8211; akhir ini banyak sekali perusahaan MLM yang memanfaatkan kegegeran ini, dimana para wanita sedang binggung dan khawatir bahwa penyakit ini juga&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">
<object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="163" height="200" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="src" value="http://irawibowo.com/images/uploads/kankercervix.swf" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="163" height="200" src="http://irawibowo.com/images/uploads/kankercervix.swf"></embed></object>
</p>
<p>believe it or not, kanker serviks ternyata salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di dunia akibat kanker.</p>
<p>akhir &#8211; akhir ini banyak sekali perusahaan MLM yang memanfaatkan kegegeran ini, dimana para wanita sedang binggung dan khawatir bahwa penyakit ini juga dapat menyerang mereka, dengan menjual produk2 tertentu. salah satunya adalah produk pembalut wanita, dimana mereka mengaku dapat mengurangi keputihan dan memiliki alat untuk mendeteksi kanker serviks tanpa melakukan papsmear. masalah pembalut yang dapat mencegah keputihan, menurut saya lebih tergantung dari higienis dari individu itu sendiri. bisa iya , bisa tidak apakah produk merekadapat mencegah keputihan. sedangkan untuk pemeriksaan dini kanker serviks sendiri, hanya dapat dilakukan dengan tes papsmear. maka dari itu sangat dianjurkan untuk p<strong>ara wanita yang sudah aktif secara seksual untuk melakukan papsmear minimal 1 kali /2 tahun</strong> untuk mengetahui dari dini tentang adanya kanker serviks. karena angka kemungkinan hidup pada pasien kanker serviks stadium dini sangatlah tinggi, dibandingkan dengan yang sudah stadium lanjut.</p>
<p>kekhawatiran bukan karena penjualan pembalut itu, tetapi informasi salah yang di berikan dari para penjual, ditakutkan para wanita tak lagi maw melakukan pemeriksaan papsmear.</p>
<blockquote><p>Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut &#8220;<strong>Pap smear test</strong>&#8220;, <em><strong>sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.</strong></em><br />
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.<br />
Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.<br />
<em><strong>Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test.</strong></em> Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. <em><strong>Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur.</strong></em> Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.</p></blockquote>
<p>sumber : http://dokter.indo.net.id/serviks.html</p>
<p>kanker serviks itu sendiri, menurut buku2 yang saya baca di sebabkan oleh virus HPV ( Human Papiloma Virus) yang menular lewat hubungan seksual. Seorang wanita bisa terinfeksi virus ini pada usia belasan tahun dan baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi kanker menyebar. Umumnya wanita paruh baya berusia 40 tahun yang menderita kanker leher rahim.</p>
<p>berikut faktor resiko terjangkitnya kanker serviks :</p>
<blockquote><p><span class="judulsedang1"><span style="9pt;"><strong>FAKTOR RESIKO </strong></span></span><span>Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks, antara lain<br />
adalah :</span></p>
<table class="MsoNormalTable" style="100%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="transparent;" width="5%"><span> </span></td>
<td style="transparent;" width="95%"><span> </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">1.</span></strong></td>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><span> </span></td>
<td style="transparent;"><span>Faktor ini merupakan faktor risiko utama. Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks. Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.</span></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><span> </span></td>
<td style="transparent;"><span> </span></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">2.</span></strong></td>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">Berganti-ganti pasangan seksual </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;"><span>Perilaku seksual berupa gonta-ganti pasangan seks akan meningkatkan penularan penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. </span>Resiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Di samping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor pendamping.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">3.</span></strong></td>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">Merokok</span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;">Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">4.</span></strong></td>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">Defisiensi zat gizi </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;">Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang makanannya rendah beta karoten dan retinol (vitamin A).</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;"></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">5.</span></strong></td>
<td style="transparent;"><strong><span style="'Trebuchet MS';">Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi, dan iritasi menahun </span></strong></td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;"></td>
<td style="transparent;"></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><span><strong><span style="9pt;">MENGENALI TANDA-TANDA </span></strong></span></p>
<p><strong></strong>Pada fase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. Namun, kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :</p>
<table class="MsoNormalTable" style="100%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="transparent;" width="5%" valign="top">1.</td>
<td style="transparent;" width="95%" valign="top">Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;" valign="top">2.</td>
<td style="transparent;" valign="top">Perdarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;" valign="top">3.</td>
<td style="transparent;" valign="top">Timbulnya perdarahan setelah masa menopause</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;" valign="top">4.</td>
<td style="transparent;" valign="top">Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;" valign="top">5.</td>
<td style="transparent;" valign="top">Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;" valign="top">6.</td>
<td style="transparent;" valign="top">Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;" valign="top">7.</td>
<td style="transparent;" valign="top">Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum), terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Seperti layaknya kanker, jenis kanker ini juga dapat mengalami penyebaran (metastasis). Penyebaran kanker serviks ada tiga macam, yaitu :</p>
<table class="MsoNormalTable" style="100%;" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="transparent;" width="5%">1</td>
<td style="transparent;" width="95%">Melalui pembuluh limfe (limfogen) menuju ke kelenjar getah bening lainnya.</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;">2</td>
<td style="transparent;">Melalui pembuluh darah (hematogen)</td>
</tr>
<tr>
<td style="transparent;">3</td>
<td style="transparent;">Penyebaran langsung ke parametrium, korpus uterus, vagina, kandung kencing dan rectum.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Penyebaran jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe terutama ke paru-paru, kelenjar getah bening mediastinum dan supraklavikuler, tulang dan hati. Penyebaran ke paru-paru menimbulkan gejala batuk, batuk darah, dan kadang-kadang nyeri dada. Kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula terutama sebelah kiri.</p></blockquote>
<p>sumber : http://seksfile.wordpress.com/2007/05/27/kanker-leher-rahim-bisa-dicegah/</p>
<p>sedangkan di luar negeri, penyakit ini sudah jarang ditemui karena proses skreening yang baik</p>
<blockquote><p><span style="x-small;">Sementara di negara maju, <em><strong>kanker serviks sudah mengalami penurunan       berkat program deteksi dini melalui pap smear</strong>.</em> Metode itu berhasil       menurunkan tingkat kematian hingga 50%. &#8221;Seperti diketahui, kanker       umumnya bisa diobati dengan lebih mudah dan tuntas jika diketahui pada       stadium dini,&#8221; ujarnya.</span></p></blockquote>
<p>sumber : http://situs.kesrepro.info/aging/jun/2005/ag01.htm</p>
<p>dan kini telah di temukan vaksin yang dapat mencegah Kanker serviks, tapi harga per dosisnya masih sangat lah mahal, yang mencapai 1 juta/ 1 kali suntik. tapi lebih baik mencegah bukan dari pada mengobati, dimana akan jauh lebih mahal.</p>
<blockquote><p>Dengan berkembangnya ilmu kedokteran, banyak ditemukan vaksin baru, yang dapat mencegah beberapa penyakit. Slah satunya GardasilTM Quadrivalent Human Papilloma Virus (tipe 6,11,16,18), vaksin rekomendasi untuk mencegah kanker serviks. Menurut Dr. dr. Laila Nuranna, SpOG(K), <em><strong>vaksin HPV (Human Papilloma Virus) merupakan terobosan baru dalam usaha mencegah kanker serviks serta penyakit yang berhubungan dengan HPV. Percobaan klinis pada remaja dan wanita muda, vaksin HPV Quadrivalent terbukti efektif melawan penyakit-penyakit HPV. Vaksin ini 100% efektif melawan pre-kanker serviks.</strong></em></p></blockquote>
<p>sumber : http://www.pjnhk.go.id/content/view/296/31/</p>
<p>so, para wanita, ayo cegah kanker serviks dengan pemeriksaan teratur ke dokter kandungan, jangan pergi kesana saat hamil dan sakit saja ya!!!! ketahui dirimu dan cegah penyakit ini bersama2!</p>
<p style="text-align: right;"><em>sumber flash: irawibowo.com</em></p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=259&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=259</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pembunuhan Mutilasi, Trend?</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=191</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=191#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 11:36:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>
		<category><![CDATA[nggak meaning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.cartoonstock.com"><img class="aligncenter" title="lucu" src="http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/mbl/lowres/mbln19l.jpg" alt="" width="299" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: left;">satu minggu ini, jakarta sempat di heboh setelah di ketemukan mayat yang di mutilasi, dipotong 7 bagian didalam koper dan tas. korban ini ditemukan 500 meter dari jalan raya di daerah pasar minggu. setelah ditelusuri ternyata korban di bunuh oleh&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://www.cartoonstock.com"><img class="aligncenter" title="lucu" src="http://www.cartoonstock.com/newscartoons/cartoonists/mbl/lowres/mbln19l.jpg" alt="" width="299" height="400" /></a></p>
<p style="text-align: left;">satu minggu ini, jakarta sempat di heboh setelah di ketemukan mayat yang di mutilasi, dipotong 7 bagian didalam koper dan tas. korban ini ditemukan 500 meter dari jalan raya di daerah pasar minggu. setelah ditelusuri ternyata korban di bunuh oleh seorang gay bernama Ryan. gak taw kenapa setelah ditelusuri lagi, ditemukan 4 mayat dikubur dibelakang rumahnya. pelaku mengaku membunuh korban karena menolak di ajak menikah dengan dia. diduga korbannya lebih banyak dari itu. sosok ryan ini tampak tenang dan seperti merasa tidak bersalah. pada saat olah tkp di rumahnya, dia dengan tenang menggungkapkan kronologis pembunuhan tersebut. barusan liat di tv tenyata di ketemukan korban lain di halaman rumah org tua ryan , diketemukan korban lain yang di potong2 juga.</p>
<p style="text-align: left;">kasus mutilasi sebenernya bukan lah kasus yang baru, sejak lama diketemukan. sewaktu gw koass di forensik RSCM , gw pernah menemukan korban mutilasi, dimana cuman diketemukan kaki kanan ajadi bentaran pinggiran kali ciliwung.</p>
<p style="text-align: left;">di indonesia sendiri akhir2 ini sudah banyak sekali diketemukan pembunuhan yang di mutilasi. motifnya bisa bermacam2 bisa saja karena dendam, untuk mempermudah transportasi atau juga untuk mencoba menghilangkan jejak bisa juga karena untuk menutupi identitas korban.</p>
<p style="text-align: left;">gak habis pikir untuk memotong2 orang apalagi menurut dr. munim SpF , korban mutilasi ryan itu masih hidup pada saat di potong. serem bgt!!!!</p>
<p style="text-align: right;"><em>sumber gambar: www.cartoonstock.com</em></p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=191&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=191</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanyaan yang Lazim Dilontarkan kepada Mahasiswa Kedokteran</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=167</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=167#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Jul 2008 03:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img172.imageshack.us/img172/8201/11147877on9.jpg" border="0" alt="ImageShack" /></p>
<p style="center;">disini divi mau share artikel yang menarik yang divi baca</p>
<p style="center;"><span class="postbody">7 tahun kuliah di fakultas kedokteran, Selama itu pula banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada penulis, dan kepada semua mahasiswa kedokteran secara umum, dari orang-orang yang mungkin maksudnya basa-basi untuk membuka pembicaraan&#8230;</span></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" src="http://img172.imageshack.us/img172/8201/11147877on9.jpg" border="0" alt="ImageShack" /></p>
<p style="center;">disini divi mau share artikel yang menarik yang divi baca</p>
<p style="center;"><span class="postbody">7 tahun kuliah di fakultas kedokteran, Selama itu pula banyak pertanyaan yang dilontarkan kepada penulis, dan kepada semua mahasiswa kedokteran secara umum, dari orang-orang yang mungkin maksudnya basa-basi untuk membuka pembicaraan atau memang sebagai pertanyaan serius.</span></p>
<p style="center;">Pertanyaan seputar perkuliahan kedokteran ini dapat saja dilontarkan dari sanak saudara, teman-teman yang tidak berkuliah di fakultas kedokteran atau total stranger yang mengajak pembaca untuk ngobrol. Biasanya semua pertanyaan dan dialog ini diawali dengan pertanyaan, “Mbak/mas ini kuliah di mana ya?” dan setelah itu serentetan pertanyaan klise pun mulai digulirkan.</p>
<p style="center;">Para tulisan kali ini, penulis merangkum 10 pertanyaan yang pernah dilontarkan, paling tidak, kepada penulis dan berusaha memberikan penjelasan jawaban yang lazim.</p>
<p style="center;">Demikian diharapkan kepada para pembaca kaum sipil (nonfakultas kedokteran) dapat menemukan jawabannya dalam tulisan ini sehingga untuk kesempatan tatap muka berikutnya dengan seorang mahasiswa kedokteran, tidak perlulah lagi basa-basi dengan bertanya mengenai kehidupan kami sebagai mahasiswa kedokteran yang penuh kesibukan, romantika dan misteri ini.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Kuliah di kedokteran? Pintar dong”</span></strong><br />
Pertanyaan ini biasanya didahului oleh jawaban “di kedokteran (masukkan nama universitas),” terhadap pertanyaan paling dasar, “kuliah di mana?”. Menurut pengalaman penulis, pertanyaan ini tergolong retorik dan sangat basa-basi karena pada kenyataannya tiada gading yang tak retak. Berkuliah di kedokteran bukan berarti orang tersebut pintar, mengingat definisi pintar itu luas sekali dan tidak semua orang pintar laik untuk berkuliah di kedokteran. Lagipula, dapat saja seseorang mengaku-ngaku berkuliah di fakultas kedokteran seperti pengalaman dari seorang narasumber, entah biar dianggap pintar atau berguna.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Kuliah di kedokteran? Lama dong”</span></strong><br />
Lagi-lagi pertanyaan berupa pernyataan yang retorik dan menyiksa sanubari si tertanya. Semua orang terdidik sudah tahu bahwa kuliah kedokteran tergolong lama dibandingkan jurusan lain. Penulis tidak mengerti apa yang penanya harapkan dari si tertanya atas pertanyaan berupa pernyataan ini, apakah harus kesal, sumringah atau harus menampar penanya.</p>
<p style="center;">Bentuk pertanyaan serupa yang menyinggung lama perkuliahan seperti yang biasa dilontarkan kepada mahasiswa laki-laki, “kapan nikahnya?”. Sekali lagi ini pertanyaan ini menimbulkan pemikiran mengenai apa pentingnya pertanyaan ini. Apakah si penanya bermaksud mencarikan jodoh bagi si tertanya atau si penanya sedang bercermin kepada diri sendiri mengenai betapa lamanya pendidikan kedokteran, yang pasti ini merupakan pertanyaan retorik dan punya urusan apa si penanya bertanya mengenai hal pribadi macam ini.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Sudah semester berapa?”</span></strong><br />
Sebenarnya pertanyaan ini tidak hanya dilontarkan kepada mahasiswa kedokteran saja, sehingga menurut penulis pertanyaan ini paling terkesan basa-basi.</p>
<p style="center;">Berbeda dengan nonfakultas kedokteran, FKUI termasuk dalam perkuliahan yang telah terjadwal tiap tahunnya, bukan tiap semesternya. Tiap tahun akan dijadwalkan mata kuliah yang pasti wajib diambil mahasiswa persetan dengan jumlah SKS-nya yang rerata per tahun adalah 48 SKS. Tidak ada semester pendek untuk perbaikan nilai dan “menyodok” agar cepat lulus. Hal serupa juga ditemukan pada fakultas kedokteran universitas lain.</p>
<p style="center;">Singkatnya, jadwal kuliah telah disusun untuk setahun dan cukup berbeda dibandingkan fakultas lain. Biasanya mata kuliah ini berjalan tidak secara paralel, misalnya mata kuliah B baru akan dimulai setelah mata kuliah A selesai. Pula tidak jarang satu mata kuliah masih berlangsung dalam 2 semester yang berbeda, misalnya mata kuliah C selama 12 minggu yang dilaksanakan pada akhir semester gasal dan selesai pada pertengahan semester genap, sehingga kadang tidak disertai libur antarsemester.</p>
<p style="center;">Mahasiswa kedokteran tentu akan malas menjawab mereka sudah kuliah di semester berapa, selain karena pendidikan kedokteran yang memakan waktu antara 5,5 – 6 tahun sehingga akan merepotkan bila dikonversi ke bentuk semester, juga karena rotasi mata kuliah itu sendiri dijadwalkan tidak dibagi per semester melainkan per tahun penuh.</p>
<p style="center;">Pelontar pertanyaan ini juga dapat dianggap sebagai orang yang tidak mengerti keadaan di fakultas kedokteran dan patut dimaklumi keawamannya. Walau demikian penulis menghargai mayoritas alumnus UI dari fakultas manapun karena mengetahui fakultas kedokteran, terutama FKUI, menjalankan sistem tahun, bukan semester sehingga pertanyaan basa-basi mereka menjadi, “Sudah kuliah tahun ke berapa?”</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Ambil jurusan apa?”</span></strong><br />
Karena pertanyaan ini sering timbul setelah pertanyaan, “Kuliah di mana?” atau “Fakultas apa?”, penulis sangat prihatin dan bingung dengan pertanyaan ini karena entah apa yang dipikirkan penanya sebelum menanyakan pertanyaan ini.</p>
<p style="center;">Sepertinya hampir semua orang terdidik mengerti bahwa pendidikan dokter umum rerata terdiri atas 4 tahun pendidikan sarjana kedokteran (S.Ked) dilanjutkan 2 tahun pendidikan profesi dokter untuk menjadi dokter umum (dr.) tanpa ada penjurusan karena ini adalah pendidikan dokter umum. Lantas apa yang mereka maksud dengan jurusan pada fakultas kedokteran? Memang di fakultas lain memiliki berbagai penjurusan dan peminatan, tetapi dalam konteks kuliah kedokteran, pertanyaan ini sangat amat menempatkan si penanya benar-benar sekadar basa-basi tidak peduli dengan jawabannya… dan terkesan bodoh.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Ambil spesialis/spesialisasi apa?”</span></strong><br />
Pertanyaan ini merupakan usaha yang bagus untuk memperhalus kebodohan dalam berbasa-basi dibandingkan menanyakan jurusan kuliah tetapi perlu diketahui jenjang-jenjang pendidikan dokter seperti dijelaskan di atas. Untuk menjadi dokter spesialis, perlu lulus dokter umum dulu dan itu pun baru boleh setelah mengikuti berbagai prosedur misalnya mengikuti program pegawai tak tetap (PTT) sebagai dokter puskesmas di daerah-daerah atau di rumah sakit umum daerah.</p>
<p style="center;">Pertanyaan ini juga dilontarkan oleh orang-orang yang mengerti dengan kehidupan mahasiswa kedokteran terutama bagi mereka yang lebih menghargai eksistensi dokter spesialis dibandingkan dokter umum yang sebenarnya merupakan lini pertama dalam usaha kesehatan masyarakat.</p>
<p style="center;">Tetapi pertanyaan ini tentu saja aplikatif kepada mahasiswa pendidikan dokter spesialis sehingga penulis yang masih dalam pendidikan dokter umum, tidak berkompeten untuk menjabarkan pengalaman seputar hal ini.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Berapa IP-nya?”</span></strong><br />
Sekali lagi, pertanyaan seputar Indeks Prestasi (IP) merupakan pertanyaan tidak penting dan sekadar basa-basi yang dapat dialami pula oleh mahasiswa manapun. Penanya terutama yang bukan seorang akademisi tentunya tidak akan merespon balik dengan membantu memanipulasi IP agar menjadi bagus, membantu mencari lahan pekerjaan dengan IP yang mungkin kurang bagus dan sebagainya yang berguna. Mereka hanya basa-basi dan ini harus dibungkam.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Sudah pernah bedah mayat?”</span></strong><br />
Penulis menemukan pertanyaan ini adalah yang paling sering dilontarkan dan diulang-ulang. Semenjak penulis masuk ke jenjang klinik, penulis semakin bingung dengan pertanyaan ini.</p>
<p style="center;">Menurut pengalaman penulis, “mayat” dapat berupa kadaver sebagai sediaan praktikum anatomi atau mayat sebenar-benarnya mayat dalam pembahasan mata kuliah forensik. Praktikum anatomi sendiri bertujuan untuk mengenali organ-organ tubuh manusia dari ujung rambut sampe ujung kaki, sementara praktikum forensik lebih ditekankan kepada masalah-masalah yang dapat terjadi dalam tubuh manusia terutama dari aspek sebab kematian dan medikolegal. Anatomi menekankan kepada hapalan sementara forensik menekankan kepada analisa temuan dari tubuh manusia, baik dari dalam tubuh manusia maupun yang berasal dari luar tubuh.</p>
<p style="center;">Ada beberapa prosedur “bedah mayat”, dalam artian kadaver, untuk menyiapkan sediaan praktikum anatomi, seperti yang dilakukan sejawat Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang ketika mengikuti praktikum anatomi. Sementara di FKUI dan FK Universitas Trisakti Jakarta menurut pengalaman penulis, sediaan anatomi telah disiapkan untuk kemudian langsung dipelajari mahasiswa tanpa harus melakukan bedah mayat.</p>
<p style="center;">Persepsi lain yang penulis pikirkan adalah bedah mayat yang dimaksud adalah bedah kodok. Entah bila di fakultas kedokteran universitas lain, mahasiswa FKUI tahun pertama mengikuti mata kuliah Biologi Kedokteran yang juga mengadakan praktikum bedah kodok sebagai perkenalan dengan anatomi organ di dalam tubuh. Setiap sediaan ini disiapkan sendiri oleh mahasiswa sehingga dapat dibilang sebagai bedah mayat. Akan tetapi praktikum ini tampaknya sudah ditiadakan mengingat adanya kurikulum fakultas yang baru sejak tahun 2005 silam.</p>
<p style="center;">Praktikum dengan kodok juga digunakan dalam mata kuliah Fisiologi Kedokteran di FKUI, untuk mengamati gerak otot paha dari kodok yang juga untuk mendapatkan otot paha kodok, dilakukan bedah mayat kodok.</p>
<p style="center;">Bila pun dijelaskan perbedaan kadaver dengan mayat segar beserta tujuan mempelajari mayat-mayat tersebut kepada penanya, penulis meragukan mereka akan mengerti dan mendengarkan jawabannya. Bahkan ada penanya sinting yang bertanya, “kadavernya ada yang cantik gak?” yang menunjukkan bahwa penanya laik untuk dijauhi dan difitnah sebagai penggemar mayat ataupun nekrofilia.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Sering lihat orang mati/kecelakaan?”</span></strong><br />
Menurut penulis, ini adalah pertanyaan yang dapat merusak hak pribadi para pasien dan mengusik kompetensi mahasiswa kedokteran. Sebagai dokter maupun mahasiswa yang bekerja di bangsal rawat inap maupun bangsal gawat darurat, adalah suatu rutinitas dan tak terelakkan untuk menghadapi pasien akibat kecelakaan maupun menghadapi kematian pasien baik karena keadaan gawat tak tertolong maupun telah melalui proses resusitasi.</p>
<p style="center;">Untuk tujuan apa penanya menanyakan hal tersebut? Si penanya akan bertanya penyebab kematian si pasien, tak sadar telah mencabik-cabikkan hak pribadi almarhum pasien beserta keluarganya yang sedang berduka. Pertanyaan ini sekaligus mengolok-olok seorang mahasiswa kedokteran, seolah-olah pengalaman yang telah dialami mahasiswa tersebut mengada-ada dan semata-mata demi basa-basi karena si penanya.menanyakan sesuatu yang sudah pasti.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Kenal dengan si (masukkan sembarang nama)?”</span></strong><br />
Ini merupakan pertanyaan basa-basi paling universal sepanjang jaman. Teknik jual nama semata-mata untuk memvalidasi bahwa si penanya ingin dianggap dengan menanyakan seseorang yang juga berkuliah di fakultas yang sama dengan si tertanya ataupun rekaan semata atas nama basa-basi.</p>
<p style="center;">Dapat pula yang ditanyakan adalah nama-nama dokter/profesor yang beken misalnya yang sering muncul di televisi, padahal si penanya belum tentu memiliki hubungan komunikasi dengan dokter/profesor tersebut.</p>
<p style="center;">Dapat pula yang ditanyakan adalah nama-nama artis-artis yang berkuliah kedokteran seperti RN di FK Universitas Trisakti, JF di FKUI Internasional, T di bagian Ilmu Bedah FKUI dan sebagainya. Namun tetap saja si penanya hanya sebatas rakyat jelata, sama seperti penulis.</p>
<p style="center;"><strong><span style="bold;">“Cewek-cewek/cowok-cowoknya cakep gak?”</span></strong><br />
Pertanyaan ini terbilang cukup universal dan basi, tetapi kemungkinan dari pertanyaan ini akan timbul proses perjodohan tidaklah jarang. Pertanyaan ini menurut penulis adalah satu-satunya pertanyaan basa-basi yang penting untuk terus diterapkan baik terhadap mahasiswa kedokteran maupun mahasiswa jurusan lain karena paling tidak pertanyaan ini dapat mengubah dialog monoton basa-basi menjadi ajang tukar menukar info yang seru dan menegangkan.</p>
<p style="center;"><span style="bold;">Saran</span><br />
Akhir kata, penulis menyarankan kepada para penanya untuk bertanya hal yang lebih berbobot kepada mahasiswa kedokteran, sesuai pengalaman penulis, seperti:</p>
<p style="center;">* “Obat xxx isinya apa toh?”<br />
* “Kulit kena cacar itu kan berbekas, bisa ilang cepet gak?”<br />
* “Obat AIDS yang dapet gratis dari pemerintah, merknya apa aja sih?”<br />
* “Diet itu harus berarti gak makan ya, mas?”<br />
* “Lebih baik makan tomat langsung atau dibuat jus ya, mas?”<br />
* “Obat jantung kok macam-macam ya, mas? Memang efeknya apa saja?”<br />
* “Saya pengen ikut KB tapi lain waktu saya pengen hamil lagi, KB apa yang harus saya ikuti?”<br />
* “Cewek-cewek/cowok-cowoknya cakep gak?”<br />
* Dan sebagainya.</p>
<p style="center;">Janganlah malu untuk bertanya seputar masalah kesehatan kepada mahasiswa kedokteran walaupun mungkin si tertanya baru masuk tahun pertama. Dengan dihadapkan kepada pertanyaan yang pintar, walau maksudnya basa-basi pun, akan melatih kemampuan para mahasiswa kedokteran dan menghargai eksistensi kami. Anda pun harusnya bangga karena terlibat dalam proses pembelajaran kami, mahasiswa kedokteran, dengan bertanya.</p>
<p style="center;">sumber : <span class="postbody"><a href="http://fkui02.net/biawak/2008/10/07/pertanyaan-yang-lazim-dilontarkan-kepada-mahasiswa-kedokteran/" target="_blank">http://fkui02.net/biawak/2008/10/07/pertanyaan-yang-lazim-dilontarkan-kepada-mahasiswa-kedokteran/</a> </span></p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=167&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=167</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>review buku : CADO &#8211; CADO Catatan Dodol Calon Dokter</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=153</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=153#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jun 2008 12:50:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[<p style="center;"><img class="aligncenter" src="http://img241.imageshack.us/img241/6550/35524679xy8.jpg" border="0" alt="ImageShack" /></p>
<p>beberapa bulan yang lalu gw beli buku dokter ngocol yang di tulis ama bang riva, seorang dokter mata gitu dey. lucu dan ngocol bgt sesuai ama judulnya, cuman kebanyakan tentang pembantunya gitu hehehe.. nah buku nya yang terbaru CADO &#8211;&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="center;"><img class="aligncenter" src="http://img241.imageshack.us/img241/6550/35524679xy8.jpg" border="0" alt="ImageShack" /></p>
<p>beberapa bulan yang lalu gw beli buku dokter ngocol yang di tulis ama bang riva, seorang dokter mata gitu dey. lucu dan ngocol bgt sesuai ama judulnya, cuman kebanyakan tentang pembantunya gitu hehehe.. nah buku nya yang terbaru CADO &#8211; CADO Catatan Dodol Calon Dokter, sumpah lucu bgt.</p>
<p>ketika gw baca buku itu, awalnya aja dah sama banget ama yang biasa gw alamin.</p>
<p>tmn gw: &#8221; div, lo kok masih kuliah aja siy, katanya dah wisuda??&#8221;</p>
<p>gw :&#8221;gw kan lagi koass sekarang&#8221;</p>
<p>tmn gw: &#8220;apaah tuh???? kenapa gak lgs jd dokter aja sih?? lama amat??&#8221;</p>
<p>gw :&#8221;"koass itu&#8230;&#8230;.&#8221;</p>
<p>nah penjelasan itu bukan sekali atau dua kali gw jelasin ampe gw cape. nah di buku ini ada dengan detail apa definisinya.</p>
<p>bukan cuman itu aja, di tiap stase ceritanya juga mirip2 ama yang yg alamin, mulai di gencet ama senior ampe konsulen yang doyan tidur wekekekeke</p>
<p>baca bukunya bang riva dah kayak dejavu aja&#8230; ternyata koass dimana &#8211; mana sama aja yah bang!! wekekekeke</p>
<p>buat semua yang doyan baca buku2 yang kocak abis, gw sangat rekomen buku ini!!!! dan gw SANGT rekomen buat dokter2 ato calon dokter diluar sana bujat baca buku ini!!!! hehehehe</p>
<p>ps : seneng bgt deh gw di message ama bang ripa di FS, bang, jangan lupa tandatanganin bukunya buat gw dong!!!!!</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=153&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=153</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kusta? siapa takut????</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=141</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=141#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 05:03:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=141</guid>
		<description><![CDATA[<p>hari selasa kemaren, gw ujian stase kulit dan kelamin. gw pikir gw dapet pasien dengan penyakit kulit karen jamur karena banyak banget di poliklinik kasus penyakit seperti itu tetapi pagi itu, pas gw lagi duduk2 baca2 buku.. tiba &#8211; tiba&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hari selasa kemaren, gw ujian stase kulit dan kelamin. gw pikir gw dapet pasien dengan penyakit kulit karen jamur karena banyak banget di poliklinik kasus penyakit seperti itu tetapi pagi itu, pas gw lagi duduk2 baca2 buku.. tiba &#8211; tiba datang lah seorang anak laki-laki masih sma lalu tiba2 perawat bilang pasien ini buat ujian&#8230; bingung melihat keadaan dia, gw pun tanya.. &#8220;keluhanan nya apa dik?&#8221; &#8230;</p>
<p>&#8220;mati rasa di tangan , wajah dan kaki dok&#8230;&#8221; jawabnya.. gw bingung, gw liat muka nya, wajahnya&#8230; oh my god!!! ini mah kusta!!!&#8230; karena gw koass di jakarta, pasien model begini jarang bgt.. tapi kata kiki di karawang ada banyak bgt, bisa 7 pasien kusta dalam sehari. gw pusing dan bingung&#8230; kasus jarang gini buat ujian gw??? ya sudahlah , akhirnya dengan bantuan edo brendo stevano gw pun bisa buat statusnya.</p>
<p>buat yang gak taw , kusta masih banyak bgt di luar sana.. di daerah banyak bgt!!! jangan takut ama pasien kusta, karena bisa di sembuhkan. dan ingat kusta bukan penyakit karena guna-guna atau keturunan. kusta penyakit menular yang disebabkan mycobacterium leprae..</p>
<p>sekarang pengobatannya gratis loh&#8230; bisa diambil di puskesmas.. cuman pengobatannya cukup lama 1 tahun.. gak boleh behenti minum obat. nama program pengobatannya MDT (multidrug treatment) ada 3 macam obat yang musti diminum secara teratur.</p>
<p><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/06/mdtregimens.jpg" title="mdtregimens.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/06/mdtregimens.jpg" alt="mdtregimens.jpg" /></a></p>
<p>bagi siapa aj yang ada rasa mati rasa di bercak2 badannya, segera ke dokter. jangan takut, coz it is cureable!!</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=141&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=141</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>one Last steP! it&#8217;s not the end, but it is A beginning</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=125</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=125#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 May 2008 08:56:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>
		<category><![CDATA[nggak meaning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=125</guid>
		<description><![CDATA[<p>akhirnya setelah menunggu giliran masuk stase kulit. akhirnya gw masuk juga.. bukan di karawang seperti  yang gw kira tapi di RSPAD Gatot subroto jakarta. gak bisa bareng ma kiki siy, tapi paling gak kan gw gak usah nyari kosan lagi&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>akhirnya setelah menunggu giliran masuk stase kulit. akhirnya gw masuk juga.. bukan di karawang seperti  yang gw kira tapi di RSPAD Gatot subroto jakarta. gak bisa bareng ma kiki siy, tapi paling gak kan gw gak usah nyari kosan lagi hehehe.. btw tempat koass gw ini keren juga loh.. dulu pernah siy satu stase disini, waktu itu gw stase anestesi, tapi gw gak bisa jalan2 gitu karena terkurung di dalam ruang operasi. sekarang gw bisa keliling2 melihat2 RS ini yang gede bgt!!!!</p>
<p>dan yang paling keren adalah tulisan yang ada di gambar ini, &#8220;kedokteran militer&#8221; btw ada yang taw gak apaan itu? jelasin dong ke gw!! hehehe</p>
<p><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/05/cheez125.jpg" title="cheez125.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/05/cheez125.jpg" alt="cheez125.jpg" /></a></p>
<p>semoga koass gw yang terakhir ini bisa membawa gw jadi dokter yang baik, keren dan imut!! (hehehehe, narsis amat sih gw???&#8221;)</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=125&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=125</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cardiology symposium</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=123</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=123#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 03:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=123</guid>
		<description><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/05/8th-clinical-cardiology-course.jpg" title="8th-clinical-cardiology-course.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/05/8th-clinical-cardiology-course.jpg" alt="8th-clinical-cardiology-course.jpg" /></a></p>
<p>masih lama siy, tapi dapet diskon kalo pesen dari sekarang&#8230;</p>
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/05/8th-clinical-cardiology-course.jpg" title="8th-clinical-cardiology-course.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/05/8th-clinical-cardiology-course.jpg" alt="8th-clinical-cardiology-course.jpg" /></a></p>
<p>masih lama siy, tapi dapet diskon kalo pesen dari sekarang&#8230;</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=123&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=123</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>daily activity koass..</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=115</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=115#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 05:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[<p align="center"><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/ceezz002.jpg" title="ceezz002.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/ceezz002.jpg" alt="ceezz002.jpg" height="315" width="389" /></a></p>
<p align="left"><strong>06.00</strong> Jas putih yang masih wangi, makeup<br />
masih ok dan jas masih rapi lagi<br />
sibuk &#8220;nerawang&#8221; tensi, suhu dan nadi<br />
pasien (soalnya pasiennya kebanyakan<br />
buat difollowup)</p>
<p align="left">&#160;</p>
<p align="left"><strong>09.00</strong> Jam visite konsulen, bergerombol<br />
ngikutin dokter, yang paling sibuk<br />
pdhal gak ada yg perlu disibukin (biar<br />
kondite bagus di depan konsulen dan gak&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/ceezz002.jpg" title="ceezz002.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/ceezz002.jpg" alt="ceezz002.jpg" height="315" width="389" /></a></p>
<p align="left"><strong>06.00</strong> Jas putih yang masih wangi, makeup<br />
masih ok dan jas masih rapi lagi<br />
sibuk &#8220;nerawang&#8221; tensi, suhu dan nadi<br />
pasien (soalnya pasiennya kebanyakan<br />
buat difollowup)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>09.00</strong> Jam visite konsulen, bergerombol<br />
ngikutin dokter, yang paling sibuk<br />
pdhal gak ada yg perlu disibukin (biar<br />
kondite bagus di depan konsulen dan gak dimarahin)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>09.15</strong> Bed side, waktunya buat presentasi<br />
pasien ke konsulen, suara mulai<br />
bergetar, keringet segede biji jagung<br />
keluar (pas konsulen meragukan follow up<br />
Kita) dan nyengir (kalo ditanyain teori dan gak taw jawabannya)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>12.00</strong> Jam makan siang (isi<br />
perut,keluarkan keluh kesah bersama,hehe)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>14.00</strong> Jam kerja selesai, bangsal mulai<br />
sepi dari jas2 putih yang berseliweran,<br />
berganti dengan suara canda tawa (bagi<br />
yang udah waktunya pulang) dan rintihan<br />
(bagi yg apes jaga malam).</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>15.00</strong> Curi-curi waktu tidur buat deposit<br />
jaga.</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>16.00</strong> Mandi (gw jujur aja , jarang bgt mandi, tapi sebagian besar temen gw pada mandi, katanya kalo gak mandi byk pasien)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>16.15</strong> Mulai sweeping bangsal siapa tau<br />
ada pasien baru</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>18.00</strong> Masih semangat nerima pasien..</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>19.00</strong> Semangat jaga mulai turun, koq gak<br />
abis2 yak pasiennya? (lemah,letih,lesu<br />
mulai menyerang..)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>23.00</strong> Ya ampun apa gak ada rumah sakit<br />
yang lain yah? Muka udah gak karuan,<br />
sandal udah gak matching antara kanan<br />
dan kiri. Glukosa tinggal 20%</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>23.10</strong> Ada pasien gawat!!!! Yang satu<br />
sibuk nelp konsulen dan nyari dokter<br />
jaga dan yang satu lagi sibuk berdoa di<br />
samping tempat tidur pasien agar<br />
pasien diberi umur yang panjang (males<br />
laporan jaganya nih yeee)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>01.00</strong> Ketiduran di meja perawat&#8230;</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>03.00</strong> Ketemu pasien, jas udah kebalik<br />
dan anamnesis mulai maksa (biar cepet)</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>04.30</strong> Makan malem plus sarapan pagi</p>
<p align="left">&nbsp;</p>
<p align="left"><strong>05.00</strong> Solat subuh dan berdoa hari ini<br />
gak dibantai seperti kemaren&#8230;</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=115&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=115</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Eyes : For Dummies</title>
		<link>http://sudirman.net/wp/?p=109</link>
		<comments>http://sudirman.net/wp/?p=109#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2008 06:04:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>divi</dc:creator>
				<category><![CDATA[catatan koas bodoh]]></category>
		<category><![CDATA[divi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sudirman.net/wp/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[<p><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/fordummiesorigdg3.jpg" title="fordummiesorigdg3.jpg"></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/fordummiesorigdg3.jpg" title="fordummiesorigdg3.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/fordummiesorigdg3.thumbnail.jpg" alt="fordummiesorigdg3.jpg" /></a></p>
<p>Stase mata, buat gw yang paling berat buat gw. udah gw gak lulus waktu itu dan harus nunggu kurang lebih 6 minggu untuk ujian lagi.</p>
<p>Padahal waktu mata gw dah ngetik catatan koass2 sebelumnya dan gw rangkum dalam &#8220;Eyes : For&#8230;</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/fordummiesorigdg3.jpg" title="fordummiesorigdg3.jpg"></a></p>
<p style="text-align: center"><a href="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/fordummiesorigdg3.jpg" title="fordummiesorigdg3.jpg"><img src="http://sudirman.net/wp/wp-content/uploads/2008/04/fordummiesorigdg3.thumbnail.jpg" alt="fordummiesorigdg3.jpg" /></a></p>
<p>Stase mata, buat gw yang paling berat buat gw. udah gw gak lulus waktu itu dan harus nunggu kurang lebih 6 minggu untuk ujian lagi.</p>
<p>Padahal waktu mata gw dah ngetik catatan koass2 sebelumnya dan gw rangkum dalam &#8220;Eyes : For Dummies&#8221;</p>
<p>sekarang *ehm dgn bangga* bahan koass mata ini dah beredar di Kalangan koass mata di Yarsi hehehehe, tapi di karawang aj siy.. hehehe</p>
<p>Silahkan<a href="http://www.kitaupload.com/download.php?file=395eyes%20for%20dummy.pdf"> disedot disini</a>, kalo emang baru akan atau lagi stase mata ya&#8230; semoga berguna,,,</p>
<img src="http://sudirman.net/wp/?ak_action=api_record_view&id=109&type=feed" alt="" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sudirman.net/wp/?feed=rss2&amp;p=109</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
