deteksi dini Kanker Serviks Atau Kanker Leher rahim sangat penting

By
 divi
divi on September 12th, 2008

believe it or not, kanker serviks ternyata salah satu penyebab kematian yang paling tinggi di dunia akibat kanker.

akhir – akhir ini banyak sekali perusahaan MLM yang memanfaatkan kegegeran ini, dimana para wanita sedang binggung dan khawatir bahwa penyakit ini juga dapat menyerang mereka, dengan menjual produk2 tertentu. salah satunya adalah produk pembalut wanita, dimana mereka mengaku dapat mengurangi keputihan dan memiliki alat untuk mendeteksi kanker serviks tanpa melakukan papsmear. masalah pembalut yang dapat mencegah keputihan, menurut saya lebih tergantung dari higienis dari individu itu sendiri. bisa iya , bisa tidak apakah produk merekadapat mencegah keputihan. sedangkan untuk pemeriksaan dini kanker serviks sendiri, hanya dapat dilakukan dengan tes papsmear. maka dari itu sangat dianjurkan untuk para wanita yang sudah aktif secara seksual untuk melakukan papsmear minimal 1 kali /2 tahun untuk mengetahui dari dini tentang adanya kanker serviks. karena angka kemungkinan hidup pada pasien kanker serviks stadium dini sangatlah tinggi, dibandingkan dengan yang sudah stadium lanjut.

kekhawatiran bukan karena penjualan pembalut itu, tetapi informasi salah yang di berikan dari para penjual, ditakutkan para wanita tak lagi maw melakukan pemeriksaan papsmear.

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker. Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut “Pap smear test“, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim.
Memang Pap smear test adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim. Test ini ditemukan pertama kali oleh Dr. George Papanicolou, sehingga dinamakan Pap smear test. Pap smear test adalah suatu metode pemeriksaan sel-sel yang diambil dari leher rahim dan kemudian diperiksa di bawah mikroskop untuk melihat perubahan-perubahan yang terjadi dari sel tersebut. Perubahan sel-sel leher rahim yang terdeteksi secara dini akan memungkinkan beberapa tindakan pengobatan diambil sebelum sel-sel tersebut dapat berkembang menjadi sel kanker.
Test ini hanya memerlukan waktu beberapa menit saja. Dalam keadaan berbaring terlentang, sebuah alat yang dinamakan spekulum akan dimasukan kedalam liang senggama. Alat ini berfungsi untuk membuka dan menahan dinding vagina supaya tetap terbuka, sehingga memungkinkan pandangan yang bebas dan leher rahim terlihat dengan jelas. Sel-sel leher rahim kemudian diambil dengan cara mengusap leher rahim dengan sebuah alat yang dinamakan spatula, suatu alat yang menyerupai tangkai pada es krim, dan usapan tersebut dioleskan pada obyek-glass, dan kemudian dikirim ke laboratorium patologi untuk pemeriksaan yang lebih teliti.
Prosedur pemeriksaan Pap smear test mungkin sangat tidak menyenangkan untuk anda, tetapi tidak akan menimbulkan rasa sakit. Mungkin anda lebih memilih dokter wanita untuk prosedur ini, tetapi pada umumnya para dokter umum dan klinik Keluarga Berencana dapat dimintai bantuan untuk pemeriksaan Pap smear test. Usahakanlah melakukan Pap smear test ini pada waktu seminggu atau dua minggu setelah berakhirnya masa menstruasi anda. Jika anda sudah mati haid, Pap smear test dapat anda lakukan kapan saja. Tetapi jika kandung rahim dan leher rahim telah diangkat atau dioperasi (hysterectomy atau operasi pengangkatan kandung rahim dan leher rahim), anda tidak perlu lagi melakukan Pap smear test karena anda sudah terbebas dari resiko menderita kanker leher rahim. Pap smear test biasanya dilakukan setiap dua tahun sekali, dan lebih baik dilakukan secara teratur. Hal yang harus selalu diingat adalah tidak ada kata terlambat untuk melakukan Pap smear test. Pap smear test selalu diperlukan biarpun anda tidak lagi melakukan aktifitas seksual.

sumber : http://dokter.indo.net.id/serviks.html

kanker serviks itu sendiri, menurut buku2 yang saya baca di sebabkan oleh virus HPV ( Human Papiloma Virus) yang menular lewat hubungan seksual. Seorang wanita bisa terinfeksi virus ini pada usia belasan tahun dan baru diketahui mengidap kanker 20 atau 30 tahun kemudian setelah infeksi kanker menyebar. Umumnya wanita paruh baya berusia 40 tahun yang menderita kanker leher rahim.

berikut faktor resiko terjangkitnya kanker serviks :

FAKTOR RESIKO Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker serviks, antara lain
adalah :

1. Hubungan seks pada usia muda atau pernikahan pada usia muda
Faktor ini merupakan faktor risiko utama. Semakin muda seorang perempuan melakukan hubungan seks, semakin besar risikonya untuk terkena kanker serviks. Berdasarkan penelitian para ahli, perempuan yang melakukan hubungan seks pada usia kurang dari 17 tahun mempunyai resiko 3 kali lebih besar daripada yang menikah pada usia lebih dari 20 tahun.
2. Berganti-ganti pasangan seksual
Perilaku seksual berupa gonta-ganti pasangan seks akan meningkatkan penularan penyakit kelamin. Penyakit yang ditularkan seperti infeksi human papilloma virus (HPV) telah terbukti dapat meningkatkan timbulnya kanker serviks, penis dan vulva. Resiko terkena kanker serviks menjadi 10 kali lipat pada wanita yang mempunyai partner seksual 6 orang atau lebih. Di samping itu, virus herpes simpleks tipe-2 dapat menjadi faktor pendamping.
3. Merokok
Wanita perokok memiliki risiko 2 kali lebih besar terkena kanker serviks dibandingkan dengan wanita yang tidak merokok. Penelitian menunjukkan, lendir serviks pada wanita perokok mengandung nikotin dan zat-zat lainnya yang ada di dalam rokok. Zat-zat tersebut akan menurunkan daya tahan serviks di samping meropakan ko-karsinogen infeksi virus.
4. Defisiensi zat gizi
Ada beberapa penelitian yang menyimpulkan bahwa defisiensi asam folat dapat meningkatkan risiko terjadinya displasia ringan dan sedang, serta mungkin juga meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks pada wanita yang makanannya rendah beta karoten dan retinol (vitamin A).
5. Trauma kronis pada serviks seperti persalinan, infeksi, dan iritasi menahun

MENGENALI TANDA-TANDA

Pada fase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. Namun, kadang bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut :

1. Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina.
2. Perdarahan setelah sanggama yang kemudian berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
3. Timbulnya perdarahan setelah masa menopause
4. Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan, berbau dan dapat bercampur dengan darah.
5. Timbul gejala-gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
6. Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah, kemungkinan terjadi hidronefrosis. Selain itu, bisa juga timbul nyeri di tempat-tempat lainnya.
7. Pada stadium lanjut, badan menjadi kurus kering karena kurang gizi, edema kaki, timbul iritasi kandung kencing dan poros usus besar bagian bawah (rectum), terbentuknya fistel vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala-gejala akibat metastasis jauh.

Seperti layaknya kanker, jenis kanker ini juga dapat mengalami penyebaran (metastasis). Penyebaran kanker serviks ada tiga macam, yaitu :

1 Melalui pembuluh limfe (limfogen) menuju ke kelenjar getah bening lainnya.
2 Melalui pembuluh darah (hematogen)
3 Penyebaran langsung ke parametrium, korpus uterus, vagina, kandung kencing dan rectum.

Penyebaran jauh melalui pembuluh darah dan pembuluh limfe terutama ke paru-paru, kelenjar getah bening mediastinum dan supraklavikuler, tulang dan hati. Penyebaran ke paru-paru menimbulkan gejala batuk, batuk darah, dan kadang-kadang nyeri dada. Kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening supraklavikula terutama sebelah kiri.

sumber : http://seksfile.wordpress.com/2007/05/27/kanker-leher-rahim-bisa-dicegah/

sedangkan di luar negeri, penyakit ini sudah jarang ditemui karena proses skreening yang baik

Sementara di negara maju, kanker serviks sudah mengalami penurunan berkat program deteksi dini melalui pap smear. Metode itu berhasil menurunkan tingkat kematian hingga 50%. ”Seperti diketahui, kanker umumnya bisa diobati dengan lebih mudah dan tuntas jika diketahui pada stadium dini,” ujarnya.

sumber : http://situs.kesrepro.info/aging/jun/2005/ag01.htm

dan kini telah di temukan vaksin yang dapat mencegah Kanker serviks, tapi harga per dosisnya masih sangat lah mahal, yang mencapai 1 juta/ 1 kali suntik. tapi lebih baik mencegah bukan dari pada mengobati, dimana akan jauh lebih mahal.

Dengan berkembangnya ilmu kedokteran, banyak ditemukan vaksin baru, yang dapat mencegah beberapa penyakit. Slah satunya GardasilTM Quadrivalent Human Papilloma Virus (tipe 6,11,16,18), vaksin rekomendasi untuk mencegah kanker serviks. Menurut Dr. dr. Laila Nuranna, SpOG(K), vaksin HPV (Human Papilloma Virus) merupakan terobosan baru dalam usaha mencegah kanker serviks serta penyakit yang berhubungan dengan HPV. Percobaan klinis pada remaja dan wanita muda, vaksin HPV Quadrivalent terbukti efektif melawan penyakit-penyakit HPV. Vaksin ini 100% efektif melawan pre-kanker serviks.

sumber : http://www.pjnhk.go.id/content/view/296/31/

so, para wanita, ayo cegah kanker serviks dengan pemeriksaan teratur ke dokter kandungan, jangan pergi kesana saat hamil dan sakit saja ya!!!! ketahui dirimu dan cegah penyakit ini bersama2!

sumber flash: irawibowo.com

Popularity: 5% [?]

5 Responses to “deteksi dini Kanker Serviks Atau Kanker Leher rahim sangat penting”

  1. Lisa Says: February 7th, 2009 at 10:41 pm

    Dok, saya mau konsultasi.

  2. Lisa Says: February 7th, 2009 at 10:52 pm

    Saya berumur 25 thn, belum menikah dan belum melakukan aktivitas seksual. Tapi 5 bulan terakhir ini, haid saya tdk teratur. tidak teratur maksudnya volume darah yg keluar hanya sedikit tetapi bisa terjadi sampai 2 kali haid. Bisa dibilang dlm sebulan, masa tidak haid hanya 10 hari. Dalam masa 10 hari diikuti dengan keputihan yg berwarna kekuningan/ kecoklatan (mgkn bercampur dgn darah) tidk berbau dan tidak disertai dgn nyeri apapun. Sblm saya sdh memeriksa ke ginekologi, sdh melakukan hasil lab dan pemeriksaan melalui anal, si dokter mengatakan saya mengidap PCO. Ini dikarenakan kegemukan dan hormon. Saya diberikan obat. Untuk sebulan/ dua bulan, haid saya teratur. Tetapi sekarang, datang lagi. Pada waktu kuliah dulu, saya menderita keputihan(candida albicans) dan menderita infeksi ringan. Ini sudah diobati. Setelah dobati dgn tuntas, sekarang haid saya yg tidak teratur. Saya sekarang berada di Jepang, dan saya sedikit khawatir ingin melakukan pemeriksaan ke ginekologi krn saya belum pernah melakukan hub. seks sblmnya sedangkan di Jepang, mslh perawan / tidak bukanlah masalah yg besar. Dok, apakah ada cara lain yg bisa dilakukan untuk mendeteksi kanker rahim ini/ Apakah saya termasuk calon yg kuat untuk penderita kanker rahim ini. Terima kasih sebelumnya

  3. dozus Says: February 8th, 2009 at 2:51 am

    Bu Lisa anda bisa langsung konsultasi dengan divi melalui situs http://tanyadokter.sudirman.net

  4. Ayuwati Says: December 11th, 2009 at 8:46 am

    Terima kasih atas informasi ini. Harap boleh banyakkan lagi info-info macam ini pada masa hadapan.

  5. zaza Says: June 17th, 2010 at 11:56 am

    saya gadis berumur 21tahun saya biasanya mengalami keputihan yang berlebihan, terkadang bening terkadang juga tidak,dan itu terjadi setiap hari, tolong beri saya saran apa yang harus saya lakukan? terimakasihy

Leave a Reply