Yang perlu anda ketahui tentang Imunisasi

By
 divi
divi on January 14th, 2009
Apa yang seharusnya diketahui oleh setiap keluarga dan masyarakat mengenai imunisasi. Tanpa Imunisasi, Kira-kira 3 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit campak. 2 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena batuk rejan. 1 dari 100 kelahiran anak akan meninggal karena penyakit tetanus. Dan dari setiap 200.000 anak, 1 akan menderita penyakit polio. Imunisasi yang dilakukan dengan memberikan vaksin tertentu akan melindungi anak terhadap penyakir-penyakit tertentu. Walaupun pada saat ini fasilitas pelayanan untuk vaksinasi ini telah tersedia di masyarakat, tetapi tidak semua bayi telah dibawa untuk mendapatkan imunisasi yang lengkap. Bilamana fasilitas pelayanan kesehatan tidak dapat memberikan Imunisasi dengan pertimbangan tertentu, orang tua dapat menghubungi seseorang Dokter (Dokter Spesialis Anak) untuk mendapatkannya.

Tujuan Imunisasi:
Untuk memberikan kekebalan kepada bayi agar dapat mencegah penyakit dan kematian bayi serta anak yang disebabkan oleh penyakit yang sering berjangkit.

Manfaat Imunisasi:

  1. Untuk Anak: mencegah penderitaan yang disebabkan oleh penyakit, dan kemungkinan cacat atau kematian.
  2. Untuk Keluarga: menghilangkan kecemasan dan psikologi pengobatan bila anak sakit. Mendorong pembentukan keluarga apabila orang tua yakin bahwa anaknya akan menjalani masa kanak-kanak yang nyaman.
  3. Untuk Negara: memperbaiki tingkat kesehatan, menciptakan bangsa yang kuat dan berakal untuk melanjutkan pembangunan negara.

Perlukah Imunisasi ulang ?
Imunisasi perlu diulang untuk mempertahankan agar kekebalan dapat tetap melindungi terhadap paparan bibit penyakit.

Dimana mendapatkan imunisasi?

  1. Di Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
  2. Di Puskesmas, Rumah Sakit Bersalin, BKIA atau Rumah Sakit Pemerintah.
  3. Di Praktek Dokter/Bidan atau Rumah Sakit Swasta


Apakah Imunisasi Difteri, Pertusis (Batuk Rejan), Tetanus (DPT) dapat diberikan bersama-sama Imunisasi polio?

Imunisasi DPTdan polio dapat diberikan bersamaan waktunya.

Apa saja efek samping Imunisasi?

Imunisasi kadang dapat mengakibatkan efek samping. Ini adalah tanda baik yan membuktikan bahwa vaksin betuk-betul bekerja secara tepat. Efek samping yang biasa terjadi adalah sebaagai berikut:

BCG

Setelah 2 minggu akan terjadi pembengkakan kecil dan merah ditempat suntikan. Setelah 2 – 3 minggu kemudian pembengkakan menjadi abses kecil dan kemudian menjadi luka dengan garis tengah
± 10 mm. Luka akan sembuh sendiri dengan meninggalkan luka parut yang kecil.

DPT

Kebanyakan bayi menderita panas pada waktu sore hari setelah mendapatkan imunisasi DPT, tetapi panas akan turun dan hilang dalam waktu 2 hari. Sebagian besar merasa nyeri, sakit, merah atau
bengkak di tempat suntikan. Keadaan ini tidak berbahaya dan tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus, akan sembuh sendiri. Bila gejala tersebut tidak timbul tidak perlu diragukan bahwa imunisasi tersebut tidak memberikan perlindungan dan Imunisasi tidak perlu diulang.

POLIO

Jarang timbuk efek samping.

CAMPAK

Anak mungkin panas, kadang disertai dengan kemerahan 4 – 10 hari sesudah penyuntikan.

HEPATITIS:

Belum pernah dilaporkan adanya efek samping. Perlukah pemerikasaan darah sebelum pemberian Imunisasi Hepatitis? Untuk bayi berumur lebih dari 1 tahun seyogyanya dilakukan pemerikasaan darah.

TETANUS TOXOID

Efek samping TT untuk ibu hamil tidak ada. Perlu diingat efek samping imunisasi jauh lebih ringan dari pada efek penyakit bila bayi tidak diimunisasi.

Untuk apakah Imunisasi ini ?
Kelompok yang paling penting untuk mendapatkan Imunisasi Imunisasi adalah bayi dan balita karena meraka yang paling peka terhadap penyakit dan ibu-ibu hamil serta wanita usia subur.

Apakah Imunisasi Dasar dan beberapa kali diberikan ?
Imunisasi Dasar diberikan untuk mendapat kekebalan awal secara aktif. Kekebalan Imunisasi Dasar perlu diulang pada DPT, Polio, Hepatitis agar dapat melindungi dari paparan penyakit. Pemberian Imunisasi Dasar pada Campak, BCG, tidak perlu diulang karena kekebalan yang diperoleh dapat melindungi dari paparan bibit penyakit dalam waktu cukup lama.

sumber gambar: http://www.indosiar.com/

Popularity: 3% [?]

4 Responses to “Yang perlu anda ketahui tentang Imunisasi”

  1. vika Says: January 20th, 2009 at 11:14 pm

    setelah baca blog anda aku jadi pingin imunisasi lagi.

  2. Tanya Dokter » Blog Archive » Yang perlu anda ketahui tentang Imunisasi Says: January 29th, 2009 at 5:10 pm

    [...] sebelumnya di post di Blog Keluarga Sudirman [...]

  3. Kiky Says: July 24th, 2009 at 4:21 pm

    anak saya usia 5th setengah di sekolahnya di ada kan imunisasi ulang apakah perlu saya ikuti? dan saya tidak tahu apa imunisasi yg di dapat pada anak SD dan dia mendapatkan imunisasi wajibnya lengkap saat bayi. apakh boleh di imunisasi ualng lagi. trimakasih.

  4. yustine Says: March 6th, 2010 at 12:02 am

    jenis imunisasi apa saja yg wajib diulang?

Leave a Reply